NEWS

CREATE NEW +
USER

NEWS

Liputan imooji di Media Indonesia

Mujianto Rusman Brosur Digital untuk Efisiensi UMKM

 

Penulis: Despian Nurhidayat - 26 July 2018, 00:00 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 

 

SEBUAH promosi acara mengenai peragaan koleksi busana pengantin diterima Santi melalui aplikasi Whatsapp, beberapa waktu lalu. Pesan itu cukup menarik karena memiliki desain yang elegan meski minimalis.

Nyatanya brosur digital itu dibuat dengan sarana daring, Imooji. Selain brosur, dengan platform berbasis web ini pengguna juga bisa membuat katalog produk, undangan event, promosi barang atau jasa, hingga kartu ucapan selamat. Tidak hanya itu, dengan adanya berbagai template yang bisa dipilih, pengguna Imooji tidak perlu memiliki pengetahuan desain. Terlebih lagi, mereka juga tidak perlu mengeluarkan biaya alias gratis.

Hingga kini telah lebih dari 500 jenama (brand) dan ribuan pengguna pribadi memanfaatkan Imooji.   Kehadiran Imooji di Indonesia merupakan buah perjalanan panjang Mujianto Rusman. Setelah berkiprah lebih dari satu dekade di bidang multimedia di Amerika Serikat, Mujianto memutuskan pulang pada 2014 dan membawa impian membuat bisnis jasa untuk foto album bagi acara pernikahan dan sejenisnya.

Namun di Tanah Air, pria kelahiran 24 September 1976 ini melihat maraknya penggunaan Whatsapp sebagai media promosi.

"Di Amerika, orang menggunakan WA itu tidak untuk berjualan. Di Indonesia WA itu digunakan untuk promosi berdagang, jadi saya sering banget menerima promosi-promosi orang yang menawarkan jasa ataupun barang-barang," tutur Mujianto kepada Media Indonesia dalam perbincangan di Jakarta, Jumat (13/7).

Dengan adanya budaya promosi itulah Mujianto melihat bahwa bisnisnya cocok untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Kita jahit dengan Imooji tadi agar mereka bisa mempercantik tawaran promosi mereka. Jadi enggak sekadar membagikan satu foto atau video, dengan Imooji dia bisa lebih bercerita," ungkap pria yang pernah bekerja di perusahaan Corel di AS ini.

Konsep Mujianto kemudian disambut para pengusaha kuliner. Para pengusaha ini memang datang dari komunitas pertemanan Mujianto sendiri. Namun, respons mereka cukup membawa angin segar bagi Mujianto.
Imooji sendiri bisa dikatakan merupakan brosur digital yang lebih interaktif dalam memenuhi kepuasan konsumen. Mereka membuat tampilan yang lebih menarik dengan adanya mode musik dan juga fitur call to action

.

Premium
Seiring dengan waktu, layanan Imooji pun berkembang. Untuk desain dan layanan yang lebih lengkap, Imooji menyediakan servis berbayar.

"Dalam mode free, user bisa langsung masuk ke website kami dan membuat akun, pilih template, pilih konten, dan mereka langsung bisa membuat desain. Lalu kami juga ada servis Imooji Pro yang kita desain kan untuk bisnis atau brand besar yang enggak mau ribet. Jadi mereka tinggal kirim konten ke tim desainer kami, kita desainkan, dan hasilnya tinggal mereka bagikan saja. Tentunya untuk pengguna Imooji Pro ini ada biaya tambahan." tambahnya. Layanan Imooji disediakan dengan harga Rp2 juta-Rp5 juta per desain.

Imooji yang kini memiliki klien dari berbagai industri, termasuk perhotelan dan rumah sakit, juga masih mengembangkan berbagai fitur untuk lebih memanjakan konsumen. Imooji pun sebentar lagi akan meluncurkan Imooji Premium, yang lahir dari banyaknya permintaan dari konsumen yang mau menggunakan tools Imooji Pro tapi tidak mau membayar jasa desain. Jadi, pengguna yang mempunyai desain tim ingin harga yang terjangkau, tapi tools yang digunakan ialah tools Imooji Pro.

Mujianto mengungkapkan bahwa banyak hal yang ia adopsi dari sistem kerja di Amerika Serikat, khususnya tentang integritas kerja dan cara berbagi dengan tim. Ia mengungkapkan bahwa pekerjaan di 'Negeri Paman Sam' tidak membatasi waktu untuk kepuasan konsumen. Sayangnya, hal itu dirasakannya agak sulit diterapkan di Indonesia.

Meski ada tantangan dengan budaya kerja, Mujianto optimistis untuk terus mengembangkan Imooji karena prospeknya pun terus terbuka.

"Prospeknya sih saya rasa bagus banget, cuma banyak hal yang perlu kita pelajari lagi. Kunci terbesar dalam startup itu ialah resource sih dan tim kita, dan harus mau menambah fitur baru, dan Imooji ini bagusnya tidak ada batasan ya. Berhubung yang kita bicarakan iklan digital atau brosur digital, itu segala macam kita support," tukasnya.

Produk Imooji pun dipuji kliennya. Irma Sustika, founder Womenpreneur, mengatakan layanan Imooji efektif. "Buat kami sih efektif, ya, sebagai cara baru strategi promosi, memudahkan untuk penggunaan di era digital sekarang ini, bisa di-share

di media sosial mana saja. Tanpa harus mendownload terlebih dahulu. Kemudahan bagi kami membuat materi promosi dan membangun branding," tuturnya. (M-2)

 

 < 1 23 4 5 >  Last ›